Cinta sejati—versi yang sehat—bukan tentang dua orang yang saling melebur hingga tidak dikenali. Tapi tentang dua orang yang berdiri utuh di samping satu sama lain.

Ada adegan dalam film romantis yang selalu terasa begitu indah tapi menyakitkan. Saat dua insan saling menatap, lalu perlahan-lahan dunia di sekitarnya menghilang. Background music mengalun pelan. Lalu, cut .

"Dan di sinilah kita, di akhir babak. Kamu masih menatap layar, bertanya-tanya, apakah cinta pantas membuatmu kehilangan dirimu sendiri. Jawabannya: tidak. Tidak pernah."

Sub Indo: "Aku rindu kamu," katamu. Tapi sebenarnya, kamu rindu pada dirimu yang dulu tidak takut sendirian.

Kamu mulai kehilangan kenyamanan dengan dirimu sendiri. Setiap ruang kosong sekarang harus diisi dengan pesan, panggilan video, atau rencana bertemu. Kesunyian yang dulu terasa seperti sahabat, sekarang terasa seperti hukuman.

Yang Hilang dalam Cinta: Saat "Aku" Tenggelam dalam "Kita"

Dulu, kamu bisa duduk berjam-jam di kafe hanya dengan buku dan kopi. Kamu bisa pergi ke bioskop sendirian tanpa merasa aneh. Kamu punya ritme—bangun pagi, dengar playlist favorit, berjalan dengan kecepatanmu sendiri.

Yang hilang dalam cinta bukan hanya waktu atau tenaga. Tapi .

Share This